Kamis, 29 Desember 2016
Mensyukuri Nikmat Iman Dan Islam
Assalamu'alaikum mohon maaf semua saya tidak posting beberapa bulan ini, di karenakan saya sibuk dengan kegiatan saya. Ok,dalam artikel ini saya akan membahas tentang Mensyukuri Nikmat Iman Dan Islam artikel ini di kutip dari buku yang berjudul Kekuatan & Nikmatnya Bersyukur.baik tidak perlu banyak waktu, langsung saja ke artikel berikut.
"...Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah ku-cukupkan kepadamu nikmat-ku dan telah ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.'(QS. Al-Maaidah [5]: 3)
Hidayah Islam termasuk nikmat, sebagaimana firman Allah
"...dan barangsiapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun." (QS. An-Nuur [24]: 40)
Pernakah berhitung, berapa persen dari seluruh penduduk di bumi ini yang di karuniai hidayah untuk mengenal risalah mulia in, kemudian memeluknya menjadi sebuah keyakinan yang menuntun kehidupannya? Ternyata, umat Islam saat ini tak lebih dari 25% dari seluruh penduduk Bumi. Berarti, betapa Allah telah memberikan nikmat yang luar biasa dengan memberi petunjuk dan membalikkan hati untuk yakin bahwa hanya Dienul Islam yang benar di hadapan allah.
Tidak jarang kita luput memaknai nikmat ini, terlebih bila terlahir di keluarga muslim. Seolah nikmat tersebut Allah anugerahkan dengan perjuangan, seperti hamba Allah lainnya yang terlahir dari keluarga non-muslim.
"Sesungguhnya kami teh menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir." (QS. Al-Insaan [76]: 3)
Mari renungkan, sudahkah disyukuri dengan benar nikmat hidayah Allah ini? Apa sajakah yang sudah diperbuat untuk mewujudkan rasa syukur tersebut? Tentunya dapat dipahami bahwa keimanan dan ke-Islaman ditegakkan oleh keenam rukun iman dan kelima rukun Islam. Lalu, sudahkah kita mengimaninya dengan penuh keyakinan dan menjaga tegaknya keimanan itu? Sudahkah kita lakukan kelima rukun Islam dengan pemahaman ilmu yang baik, serta kualitas pelaksanaan yang baik pula?
Sabda Rasulullah yang artinya "sesungguhnya batas antara seorang dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim dari Jabir)
Apa sajakah kontribusi yang telah diberikan demi tegaknya agama allah dalam kehidupan, keluarga, dan lingkungan? Sudahkah kita mengambil peran untuk menyampaikan risalah-Nya sebagaimana dakqa Rasulullah yang telah menyelamatkan hidup kita hingga saat ini dikenallah Dien-Nya dan berkesempatan untuk memeluknya?
Allah tidak akan memberikan beban di luar batas kemampuan seorang hamba untuk menanggungnya. Meskipun demikian, sudah menjadi ketetapan dan kewajiban bagi tiap-tiap hamba Allah untuk selalu meningkatkan kualitas pemahaman agama dengan terus belajar karena sungguh Allah akan memuliakan para hamba yang selalu bertambah kuat keyakinanya.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan Bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imraan [3]: 190-191)
Dalam kehidupan sehari-hari, sudahkah kita bersungguh-sungguh menjalankan syariat-Nya dengan benar? Bila kita muslimah, sudahkah menutup aurat dengan benar? Sudahkah keluarga terjaga dari nafkah yang haram? (Bagi yang bekerja pada lembaga keuangan, sudahkah berada pada lembaga yang syar'i, bagi yang berdagang, sudahkah menghindarkan praktek riba dan menghindarkan diri dari perdagangan barang haram, misalnya rokok, minuman beralkohol, makanan mengandung babi/zat haram lainnya?). Bila ada keluarga yang meninggal, sudahkah istri dan anak di didik dengan aktivitas dan pendidikan yang Islami? Sudahkah membekali diri dengan kemampuan dasar untuk bisa memahami ayat-ayat Allah? Rangkaian pertanyaan di atas dapat menggambarkan seperti apakah ahlak kita. Jika kita mengikuti segala peraturan Allah, kita termasuk orang yang bersyukur. Jika sebaliknya, kita termasuk orang-orang yang kufur nikmat.
Demikian Artikel ini saya sampaikan, semoga bermanfaat, mohon maaf apa bila ada kesalahan dalam kata kata di dalam artikel ini, Selamat Sore, salam sukses selalu.
#Wassalamu'alaikum🙏
#Semoga bermanfaat😃
#Jangan lupa komen😉
Langganan:
Komentar (Atom)
