Jumat, 13 Januari 2017

Mensyukuri Nikmat Harta


Assalamu'alaikum semua, kali ini saya akan memposting artikel baru, artikel ini kutipan dari buku kekuatan & nikmatnya bersyukur. Mari simak artikel berikut.        

Harta disebutkan sebagai salah satu hal yang seringkali melalaikan manusia untuk mengigat allah.

  "Hai orang-orang beriman,janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi." (QS.Al-Munaafiqun [63]: 9)

  Harta merupakan kenikmatan yang dianugerahkan kapada umatnya yang beriman karena Allah menghendaki agar kaum mukminin berusaha meraih jannah Allah dengan harta yang telah diterimanya.

"Sesungguhnya Allah telah membeli diri dan harts orang-orang mukmin dengan memberikan (ganti) surga untuk mereka." (QS. At-Taubah [9]: 111)

 Karena harta adalah sarana yang dapat digunakan untuk meraih jannah maka harta hendaknya bukan dijadikan sabagai tujuan dalam hidup ini. Tidak seharusnya harta mengendalikan hati orang muslim, tetapi hendaknya harta yang di miliki dijadikan sarana untuk beribadah kepada Allah sebagai wujud dari mensyukuri nikmat yang dilimpahkan-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, wujud syujur seorang muslim terhadap harta yang dimilikinya dapat berupa merawat harta dengan baik san digunakannya untuk beramal shaleh. Misalnya, seorang muslim bila memiliki sepeda motor maka akan dirawat, dijaga kebersihannya, diservis secara rutin, dan dapat dipergunakan untuk mobilisasi dalam rangka ibadah dan kebaikan dijalan Allah.
     
 Dengan sikap syukur yang demikian, niscaya kemanfaatan harta akan terjaga. Sebagaimana seseorang ketika melihat seorang yang menerima pemberiannya, merawat, dan memanfaatkan barang pemberiannya dengan  baik maka pihak pemberi akan merasa senang, bahkan suatu saat ingin menambahkan kembali pemberiannya.
       
 Allah adalah sebaik-baik dan sebaik-baik penerima ungkapan syukur dalam sifat agung-Nya yang mahakaya. Maha benar Allah akan janjinya dalam surat Ibrahim [14] ayat 7, bahwa Allah akan menambahkan nikmat-Nya kepada hamba-Nya yang selalu bersyukur.
       
  Di samping merawatnya dengan baik, sikap syukur seorang muslim terhadap harta juga ditunjukkan dengan kedermawanannya serta menghindarkan diri dari kebakhilan dan keserakahan terhadap kepemilikan harta. Salah satu cara untuk menghindarkan diri dari kabakhilan adalah kedermawanan dalam diri, sedekah juga mendatangkan keberkahan pada harta kita. Allah akan melipatgandakan jumlahnya, bahkan memberikan pertolongan-Nya terhadap kesempitan yang mungkin tengah dirasakan.
Itu saja yang saya sampaikan mohon maaf apabila ada kesalahan karena manusia itu tidak ada yang sempurna, tunggu postingan selanjutnya ya😉

#wassalamu'alaikum🙏
#semoga membantu😃
#jangan lupa koment😉

Kamis, 29 Desember 2016

Mensyukuri Nikmat Iman Dan Islam



Assalamu'alaikum mohon maaf semua saya tidak posting beberapa bulan ini, di karenakan saya sibuk dengan kegiatan saya. Ok,dalam artikel ini saya akan membahas tentang Mensyukuri Nikmat Iman Dan Islam artikel ini di kutip dari buku yang berjudul Kekuatan & Nikmatnya Bersyukur.baik tidak perlu banyak waktu, langsung saja ke artikel berikut.
        "...Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah ku-cukupkan kepadamu nikmat-ku dan telah ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.'(QS. Al-Maaidah [5]: 3)
       Hidayah Islam termasuk nikmat, sebagaimana firman Allah
"...dan barangsiapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun." (QS. An-Nuur [24]: 40)
       Pernakah berhitung, berapa persen dari seluruh penduduk di bumi ini yang di karuniai hidayah untuk mengenal risalah mulia in, kemudian memeluknya menjadi sebuah keyakinan yang menuntun kehidupannya? Ternyata, umat Islam saat ini tak lebih dari 25% dari seluruh penduduk Bumi. Berarti, betapa Allah telah memberikan nikmat yang luar biasa dengan memberi petunjuk dan membalikkan hati untuk yakin bahwa hanya Dienul Islam yang benar di hadapan allah.
        Tidak jarang kita luput memaknai nikmat ini, terlebih bila terlahir di keluarga muslim. Seolah nikmat tersebut Allah anugerahkan dengan perjuangan, seperti hamba Allah lainnya yang terlahir dari keluarga non-muslim.
"Sesungguhnya kami teh menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir." (QS. Al-Insaan [76]: 3)
        Mari renungkan, sudahkah disyukuri dengan benar nikmat hidayah Allah ini? Apa sajakah yang sudah diperbuat untuk mewujudkan rasa syukur tersebut? Tentunya dapat dipahami bahwa keimanan dan ke-Islaman ditegakkan oleh keenam rukun iman dan kelima rukun Islam. Lalu, sudahkah kita mengimaninya dengan penuh keyakinan dan menjaga tegaknya keimanan itu? Sudahkah kita lakukan kelima rukun Islam dengan pemahaman ilmu yang baik, serta kualitas pelaksanaan yang baik pula?
Sabda Rasulullah yang artinya "sesungguhnya batas antara seorang dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim dari Jabir)
         Apa sajakah kontribusi yang telah diberikan demi tegaknya agama allah dalam kehidupan, keluarga, dan lingkungan? Sudahkah kita mengambil peran untuk menyampaikan risalah-Nya sebagaimana dakqa Rasulullah yang telah menyelamatkan hidup kita hingga saat ini dikenallah Dien-Nya dan berkesempatan untuk memeluknya?
         Allah tidak akan memberikan beban di luar batas kemampuan seorang hamba untuk menanggungnya. Meskipun demikian, sudah menjadi ketetapan dan kewajiban bagi tiap-tiap hamba Allah untuk selalu meningkatkan kualitas pemahaman agama dengan terus belajar karena sungguh Allah akan memuliakan para hamba yang selalu bertambah kuat keyakinanya.
         "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan Bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imraan [3]: 190-191)
        Dalam kehidupan sehari-hari, sudahkah kita bersungguh-sungguh menjalankan syariat-Nya dengan benar? Bila kita muslimah, sudahkah menutup aurat dengan benar? Sudahkah keluarga terjaga dari nafkah yang haram? (Bagi yang bekerja pada lembaga keuangan, sudahkah berada pada lembaga yang syar'i, bagi yang berdagang, sudahkah menghindarkan praktek riba dan menghindarkan diri dari perdagangan barang haram, misalnya rokok, minuman beralkohol, makanan mengandung babi/zat haram lainnya?). Bila ada keluarga yang meninggal, sudahkah istri dan anak di didik dengan aktivitas dan pendidikan yang Islami? Sudahkah membekali diri dengan kemampuan dasar untuk bisa memahami ayat-ayat Allah? Rangkaian pertanyaan di atas dapat menggambarkan seperti apakah ahlak kita. Jika kita mengikuti segala peraturan Allah, kita termasuk orang yang bersyukur. Jika sebaliknya, kita termasuk orang-orang yang kufur nikmat.

Demikian Artikel ini saya sampaikan, semoga bermanfaat, mohon maaf apa bila ada kesalahan dalam kata kata di dalam artikel ini,  Selamat Sore,  salam sukses selalu.
#Wassalamu'alaikum🙏
#Semoga bermanfaat😃
#Jangan lupa komen😉

 

Sabtu, 30 Juli 2016

Man Jadda Wa Jadda

Assalamu'alaikum pembaca sekalian,
pada kesempatan kali ini saya akan
memberikan sedikit pencerahan agar kita
semua dapat menjadi pribadi yang lebih
baik, dan siap untuk menghadapi
segala ujian yang kita lalui.

" waladziina jahdu finna lanahdi
yanahum subulana!!"

" orang yang bersungguh2 di
jalan kami, akan kami berikan 
petunjuk semua jalan kami."

Jadilah orang yang selalu 
optimis dan berusaha untuk
melihat KESEMPATAN di setiap
kegagalan.

Jangan bersikap pesimis yang
hanya melihat 'kegagalan' di
setiap 'kesempatan'

Kegagalan adalah batu loncatan
menuju keberhasilan.
Pandang lah setiap masalah
sebagai kesempatan.
Ingat hanya bila cuaca cukup 
gelaplah anda bisa melihat bintang.
Ingat jika kau menjemput fajar
kau harus melewati gelapnya malam!!!

Berkata mu'adz bin jabal 
ridhiyallhu'anhu-:" berhati-hatilah
engkau dari setiap teman duduk
yang tidak memberikan 
faidah ilmu kepadamu"

Selamat malam, salam sukses selalu,
bersama allah bisa & ada solusi.
Baarakallahufikum,amin

#Wassalamu'alaikum
#semoga bermanfaat😊
#jangan lupa komen😉

Kamis, 28 Juli 2016

Hikmah Masa Lalu

Assalamu'alaikum pembaca sekalian, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit pencerahan agar kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih tangguh, dan siap untuk menghadapi segala ujian yang kita lalui.

Masa lalu adalah..
Masa dimana saat semua kenangan yang telah suram.
Setiap pribadi pasti memiliki masa lalu yang berbeda

Dari masa lalu, kita bisa belajar mengambil hikmah
Karena pengalaman adalah guru terbaik.

Tapi tidak ada sama sekali larangan untuk orang yang bertaubat dari masa lalunya karena sejatinya kita adalah orang yang mau berusaha memperbaiki diri, bertaubat dari masa lalu yang begitu menyesatkan.

Dan tidak sedikit orang yang heran melihat begitu drastisnya perubahan kita. Bahkan mungkin sangat banyak yang mencibir dengan perubahan kita menuju kebaikan.
Dimana-mana pasti ada orang yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan, terutama melakukan hal kebaikan.

Pernah terkecoh dengan cemooh mereka?
Ya! Akupun pernah merasakan hal yang sama.
Lalu, bagaimana jalan satu-satunya saat mereka mencemooh ???
Abaikan!!!
Abaikan saja apa yang mereka katakan.
Karena orang yang mencemooh kita, belum tentu jauh lebih baik dari kita.

Kenapa takut saat dicemooh?
Takut itu ketika kita jadi murka di hadapan-Nya. Niatkanlah segala sesuatu itu hanya karena Allah, bukan karena ingin pujian dari orang lain.

Jadi bagaimana pun cara mereka mencemooh kita,teruslah SEMANGAT, semangat untuk menuju surga-Nya. Jangan pernah merasa terjatuh saat orang lain mencemooh,karena masih ada Allah yang selalu setia menemani.

Berhentilah berkata, berfikir, dan berbuat negatif. Berlomba-lombalah dalam kebaikan, berlomba-lombalah menuju jannah, mencari Berkah dan Ridho Allah.

#Wassalamu'alaikum
#BukalahJendelaHatimu 😊
#jangan lupa like dan komen😉


Senin, 25 Juli 2016

Surat Cinta Tentang Shalat

Assalamu'alaikum pembaca sekalian, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit inspirasi dan pelajaran untuk kita semua tentunya mengenai ibadah utama bagi seorang muslim yaitu shalat. Shalat merupakan pertemuan, perjumpaan antara kita ummat muslim dengan Allah SWT, shalat adalah tiang agama yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Jadikanlah shalat sebagai kebutuhan bukan hanya sebatas kewajiban, nikmatilah setiap perjumpaan kita dengan Allah SWT.

~*Surat Cinta Tentang Shalat*~

Bila kau anggap shalat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannnya.

Bila kau anggap shalat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

Anggaplah shalat itu pertemuan yang kau nanti dengan Allah.

Anggaplah shalat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah.

Anggaplah shalat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah.

Anggaplah shalat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

Bayangkan ketika adzan berkumandang, "tangan" Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau kau lebih dekat dengan-Nya.

Bayangkan ketika kau takbir Allah melihatmu, Allah "senyum" untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

Bayangkanlah ketika ruku' , Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya

Bayangkan ketika sujud, Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu : "Aku mencintaimu hambaKu".

Bayangkan ketika kau duduk diantara dua sujud, Allah "berdiri" gagah di depanmu, lalu mengatakan : "Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu".

Bayangkan ketika kau salam Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

Subhanallah sungguh nikmat shalat yang kita lakukan.

Semangat menjadi lebih baik
Semangat memperbaiki shalatmu
Selamat menikmati pertemuanmu dengan Allah
Bukalah #JendelaHatimu 😊
Wassalamu'alaikum Wr Wb
#Jangan Lupa Like and Komentar yaa😉


Minggu, 24 Juli 2016

Sahabat Karena Allah

Assalamu'alaikum pembaca sekalian, pada artikel ini saya akan menyampaikan sedikit inspirasi kepada pembaca sekalian mengenai sahabat. Setiap manusia pasti memiliki seorang teman ataupun sahabat, tak dapat dipungkiri bahwa seorang sahabat memiliki peran yang cukup berharga dalam kehidupan setiap manusia, agar kita bisa menjadI sahabat yang lebih baik marilah baca sejenak

Sahabat
Bila kau berteman karena kelebihan yang dimiliki temanmu
Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dengan kekurangannya

Bila kau berteman karena kebaikan yang dimiliki temanmu
Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dengan keburukannya

Bila kau berteman karena kesamaan pikiran yang kalian miliki
Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dengan perbedaan pemikirannya

Bila kau berteman karena temanmu menyenangkan
Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dengan sikapnya yang menyebalkan.

Tetapi bila kau berteman dengannya karena Allah, maka kau akan sadar bahwa temanmu hanya manusia biasa, yang bisa benar dan bisa juga salah, kadang juga bisa khilaf. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan karena tidak ada manusia sempurna.

Bila kita mencari teman dan sahabat yang sempurna, maka yang ada hanyalah kekecewaan, karena kita bukanlah malaikat yang tanpa cela.
Selama mereka tidak berbuat dzalim yang merugikanmu
Selama mereka tidak mengkhianati amanahmu
Selama mereka tidak memfitnahmu atau melakukan perbuatan kejI lainnya, maka mereka adalah sahabatmu..

Maafkan kekurangan mereka, karena kita juga sangat suka apabila orang lain memaafkan kesalahan kita

Semangat menjadi pribadi indah
Semangat membuat perubahan
Semangat untuk jadi lebih bermanfaat bagi sesama
Tetap bersyukur
Tetap bersabar
Bukalah "Jendela Hatimu" 😊

#SemogaBermanfaat😉
Wassalamu'alaikum